Mengenal Osteosarkoma, Ini Bedanya dengan Cedera Olahraga

Jakarta, FreedomNews - Sering mengalami nyeri pada tulang meskipun tidak sedang berolahraga? Awas, bisa jadi itu sarkoma pada tulang atau osteosarkoma. Sarkoma merupakan salah satu jenis kanker yang meskipun langka tapi bisa diidap siapa saja di semua umur, baik muda maupun tua. Dr Richard Quek, Konsultan Senior Onkologi Medis Parkway Cancer Centre, sarkoma tulang merupakan salah satu tumor yang pertumbuhannya agresif, bisa tumbuh di kaki atau lengan dan dikenal dengan kanker tulang.

Osteosarcoma bisa menyerang orang-orang dari usia muda, 15 sampai 30 tahun, dan beberapa kasus di atas 40 puluh tahun. Sarkoma tulang dimulai di tulang, dan biasanya terjadi di paha, lengan atas, atau tulang kering. Subtipe sarkoma tulang yang umum meliputi:

• Osteosarcoma – sarkoma yang muncul dari tulang panjang • Sarkoma Ewing – sarkoma yang mempengaruhi tulang atau jaringan lunak • Chondrosarcoma – sarkoma yang mempengaruhi tulang rawan

"Ketika anak muda datang ke dokter karena nyeri tulang, kita tidak akan langsung suspek kanker. Kita akan berpikiran ke arah akibat dari aktivitas olahraga seperti misalnya jatuh atau nyeri otot. Oleh karena itu, kita perlu mencatat gejala-gejala yang ada," ujarnya, Kamis, 21 Maret 2024.

Gejala dan Beda Osteosarkoma dengan Cedera Olahraga

Dr. Richard menyebutkan, gejala yang umumnya muncul pada penderita osteosarkoma adalah nyeri tulang di malam hari ini, atau nyeri ketika beristirahat, serta gejala-gejala berikut ini:

• Nyeri tulang yang terus-menerus, terutama pada malam hari • Pembengkakan tulang • Patah tulang akibat trauma minimal atau tanpa sebab yang jelas • Benjolan disertai nyeri dan bengkak pada stadium lanjut • Mobilitas terbatas • Sensasi mati rasa, kesemutan atau kelemahan (dalam kasus kanker tulang belakang)

Namun, Dr. Richard mengatakan, osteosarkoma bisa disembuhkan dengan jalan operasi dan kemoterapi. Pasien memiliki tingkat kesembuhan hingga 60%-70% jika ditangani dengan cepat dan belum menyebar."Dalam menangani kasus ini, umumnya dokter juga akan tetap mempertahankan tangan atau kaki yang terserang kanker, mengupayakan agar tidak harus diamputasi. Setelah operasi kami akan berikan pen di tulang agar pasien bisa kembali berjalan," jelasnya.

Sarkoma merupakan penyakit yang beragam dan heterogen yang memiliki beberapa akar penyebab. Setidaknya terdapat sekitar 70 penyakit dengan subtipe yang masing-masing memiliki presentasi klinis yang berbeda, susunan genetik, dan lokasi perkembangan dan strategi pengobatan tumor yang berbeda. “Ke-70 jenis sarkoma yang menyerang jaringan rusak ataupun tulang, dan masing-masingnya itu memiliki tipe yang berbeda-beda. Setiap 70 jenis sarokoma ini memiliki terapi atau pengobatan yang berbeda-beda, sehingga sarkoma bukanlah satu diagnosis sama, tetapi penyakit itu memiliki jenis yang berbeda-beda,” kata Dr Richard.(dtf/kes)