Massa Kembali Berdemo Pilpres di DPRD Sumut

Medan, FreedomNews – Mahasiswa dan masyarakat Medan hari ini, Senin siang (1 April 2024), melancarkan aksi unjuk rasa terkait keprihatinan terhadap kondisi demokrasi dan kesewenangan penguasa. Aksi yang digelar di depan kantor DPRD Sumatera Utara itu menuntut kepada wakil rakyat agar segera menurunkan harga sembako dan harga-harga kebutuhan lainnya.

Beberapa mahasiswa menyampaikan orasi yang pada pokoknya ingin menyadarkan semua pihak bahwa Indonesia sedang terancam oleh perilaku para pejabat dan politisi yang korup.

Banyak korupsi yang lewat begitu saja tanpa tindakan hukum, ungkap seorang mahasiswa yang menyampaikan orasi. Ini disebabkan penegakan hukum yang tebang pilih dan tumpul ke atas tapi tajam ke bawah.

“Kita menunut agar tidak ada seorang pun yang istimewa dan kebal hukum,” ujar seorang mahasiswa lainnya.

Pada bagian awal, dua mahasiswa mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo telah melanggar konstitusi dan peraturan perundangan lainnya. Jokowi bisa seenaknya mencampuri Mahkamah Konstitusi (MK) untuk meluluskan anaknya, Gibran Rakabuming Raka, menjadi cawapres.

“Jokowi tidak boleh dibiarkan bertindak sewenang-wenang. Rakyat harus mencegah Jokowi.”

Para pengunjuk rasa juga mendesak agar MK menjatuhkan hukuman berat kepada pihak-pihak yang melakukan kecurangan TSM pada Pilpres 2024 dan yang menikmati kecurangan itu.

Lebih kurang 45 menit berjalan aksi protes, seorang wakil DPRD Sumut mendekati massa. Dia mengatakan akan menyampaikan aspirasi para demonstran kepada para wakil rakyat.

Wakil DPRD menyampaikan penghargaan kepada masyarakat yang datang ke DPRD Sumut untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.

Menjawab pertanyaan pengunjuk rasa kapan DPRD akan menjawab tuntutan mereka, pihak wakil DPRD berjanji akan menerima beberapa wakil demonstran pada pekan depan.

Selesai berdialog dengan pihak DPRD, pengunjuk rasa membubarkan diri. (*)

Asyari Usman